Terlibat Sendikat Pembuat SIM Palsu DN Pemilik Percetakan DGP Ditangkap

LAHAT,Kabarlahat.com,- Diduga terlibat dalam sendikat pembuatan Surat izin Mengemudi (SIM) bodong DN (28) di ringkus oleh jajaran Satreskrim polres Lahat.rabu (22/9/2021)

Informasi yang diterima awak media penangkapan tersangka Inisial DN berawal dari hasil penangkapan yang dilakukan oleh satreskrim polres Lahat terhadap tiga orang tersangka inisial Y,D,dan R pada tanggal 21 September 2021 pukul 12.10 WIB.dari pengakuan ketiga tersangka kartu SIM B II (umum) dicetak dipercetakan milik  DN (28) yang terletak di Talang Jawa Utara.

Pada awak media Kapolres Lahat AKBP Achmad Gusti Hartono membenarkan adanya penangkapan sendikat pembuat SIM Palsu di wilayah hukum kabupaten Lahat.

” Benar..kemaren anggota kita berhasil meringkus tersangka DN atas dugaan sendikat pembuat SIM palsu ,” Terang Kapolres Lahat.

Dirinya menambahkan,Sebelum meringkus tersangka DN Satreskrim Polres Lahat meringkus tiga orang tersangka masing-masing inisial Y,N dan D 

” Nah..dari keterangan ketiga tersangka yang berhasil di tangkap menerangkan bahwa SIM palsu tersebut di cetak dipercetakan milik tersangka DN yang terletak di Talang Jawa Utara,”Sambung Kapolres Lahat.

Atas perbuatan tersangka tersebut kapolres Lahat, AKBP Achmad Gusti Hartono SIK menyampaikan,bahwa tersangka DN melanggar pasal 266 ayat (1) KUHPidana.sementara itu tersangka  Yunesko (35) warga Desa Lubuk Betung, Kecamatan Merapi Selatan, Damsari (52) warga Desa Tanjung Pinang Kecamatan Merapi Barat Kabupaten Lahat serta Riduan Efendi (48) warga Desa Kota Raya Kecamatan Lahat Kabupaten Lahat melanggar pasal 480 ayat (2) KUHPidana.

“ Untuk tersangka DN melanggar pasal 266 ayat (1) KUHPidana,dan sementara untuk tiga tersangka Y,N dan D melanggar pasal 480 ayat (2) KUHPidana,sedangkan untuk satu orang tersangka lagi inisial R masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) dan saat ini masih dalam pengejaran, diduga melanggar pasal 263 ayat (1) KUHPidana,” beber Kapolres Lahat.

Sementara itu lanjutnya lagi,ada 5 barang bukti kartu SIM B-II umum palsu serta 5 (lima) surat keterangan dari lantas.

“ Ada 5 barang bukti SIM Palsu dan surat keterangan dari lantas,untuk Modus operandi sendiri dilakukan oleh ketiga  tersangka pemalsuan dilakukan di percetakan DGP milik (DN)untuk pelaku ada 5 orang ,” jelas Kapolres Lahat.

Lanjutnya lagi,tersangka (DN) berperan menyuruh tersangka Rinto (DPO) untuk membuat SIM B II umum yang dipalsukan dan mendapat keuntungan sebesar Rp. 500.000. Sementara tersangka Y berperan sebagai perantara dari orang yang memesan SIM B II yang dipalsukan, dengan tersangka Riduan Efendi dan Damsari.

“ tersangka D hanya berperan sebagai mengantarkan syarat pembuatan SIM B II yang dipalsukan kepada tersangka (DN) dan mendapat keuntungan sebesar Rp. 400.000,sedangkan R berperan sebagai perantara yang meminta syarat dan uang dari calon pengguna SIM B II umum yang dipalsukan dan mendapat keuntungan sebesar Rp. 150.000,Sementara R (DPO) hanya berperan membuat SIM B II umum yang dipalsukan atas suruhan tersangka DN,dari hasil pemeriksaan sementara dari pengakuan tersangka telah membuat 30 buah SIM palsu,” Tutup Kapolres Lahat. (Ton)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Don`t copy text!